Jumat, 09 November 2018

"Tanamkan kesabaran, kelak kau akan tahu arti dari sesuatu sesungguh nya".

Aku ini bernama Harafuddin, jalan ku lurus ke depan dan arah ku hanya Barat Timur Utara dan Selatan. Suatu waktu aku bertemu dengan Kura-kura di tengah gurun pasir. Tubuh nya hampir sama besarnya dengan gajah-gajah muda, dari kejauhan sudah terlihat. Aku  kira itu batu besar yang ada di tengah-tengah gurun pasir, setelah aku dekati dan ternyata itu kura-kura yang cangkang nya mirip sekali dengan batu kali. Aku seketika takjub.. dan termenung... "aku kira kira sudah tidak ada lagi binatang seperti mu" ucap ku masih dengan rasa takjub. Aku mulai berjalan perlahan, seolah aku pun kura-kura yang membawa tempurung, "Kuasa Tuhan yang menciptakan kehidupan yang sedemikian rupa ini, hingga aku di pertemukan dengan kura-kura yang berjalan sendiri di tengah gurun" sambil sesekali aku mengelilingi tubuh nya yang besar itu. Rasa tidak percaya masih tersirat di pikiran ku yang sedang sekarang ini, berjalan dengan kura-kura berukuran raksaksa... andai ia bisa bicara.. aku ingin menanyakan seberapa lama kah ia sudah berjalan? dan seberapa kuat kah kaki-kai yang menopang tempurung nya yang besar itu?. "Andai kau bisa bicara?? Aku ingin mendengar cerita tentang hidup mu bersama rumah berjalan mu (tempurung)". ucapku dengan sangat berharap. "Aku bisa bicara anak muda". sambil tetap berjalan kura-kura itu menjawab apa yang ku lantun kan. Serentak aku kaget dan tak percaya akan semua ini, Tuhan memang Yang Maha Besar pemilik semesta raya ini. "Kenapa kau bisa bicara wahai kura-kura yang bijak" kata ku. "Bukan aku juga mahluk ciptaan Nya". kura-kura itu menjawab.